Jumat, 21 Oktober 2011

Penjernihan Air


PENJERNIHAN AIR DENGAN CARA PENYARINGAN I

1. PENDAHULUAN
Kebutuhan akan air bersih di daerah pedesaan dan pinggiran kota untuk air
minum, memasak , mencuci dan sebagiannya harus diperhatikan. Cara
penjernihan air perlu diketahui karena semakin banyak sumber air yang
tercemar limbah rumah tangga maupun limbah industri.
Cara penjernihan air baik secara alami maupun kimiawi akan diuraikan dalam
bab ini. Cara-cara yang disajikan dapat digunakan di desa karena bahan dan
alatnya mudah didapat. Bahan-bahannya anatara lain batu, pasir, kerikil, arang
tempurung kelapa, arang sekam padi, tanah liat, ijuk, kaporit, kapur, tawas, biji
kelor dan lain-lain.

2. URAIAN SINGKAT
Penjernihan air minum secara sederhana ini merupakan penjernihan air dengan
cara penyaringan. Bahan penyaringan yang digunakan adalah pasir dan
tempurung kelapa.

3. BAHAN DAN PERALATAN
1) 2 (dua) drum ijuk
2) pipa PVC dengan diameter ¾ inci
3) kran air
4) pasir
5) kerikil
6) potongan bata – cat
7) gergaji
8) parang
9) besi
10) bor
11) kuas
12) ember
13) cangkul


4. PEMBUATAN
1) Membuat pipa penyaringan lihat Gambar 1. :
a. Ambil 2 pipa PVC diameter 0,75 inci dengan panjang 35 cm.
b. Pipa PVC dilubangi teratur sepanjang 20 cm.
c. Bagian dari pipa yang dilubangi dibalut dengan ijuk kemudian ijuk diikat
dengan tali plastik
d. Salah satu ujung pipa dibuat ulir.

Gambar 1. Pipa Penyaring
2) Pemasangan pipa penyaring (lihat Gambar 2.).
Pipa penyaring dipasang pada drum pengendapan dan penyaringan dengan
jarak 10 cm dari dasar drum.
3) Membuat drum pengendapan (lihat Gambar 2 dan 3)
a. Buat lubang dengan bor besi 10 cm dari dasar pada dinding drum untuk
pipa penyaring.
b. Pasang pipa penyaring yang sudah dibalut pada soket yang sudah
tersedia (lihat keterangan No. 2)
c. Pasang kran
d. Buat lubang pada dasar drum dengan tutup

Gambar 2. Pemasangan Pipa Penyaring
4) Membuat drum penyaring (lihat Gambar 2 dan 3)
a. Buat lubang untuk pemasangan pipa penyaring dengan jarak 10 cm dari
dasar drum.
b. Isi drum berturut-turut dengan krikil setebal 20 cm, ijuk 5 cm, arang 10 cm,
ijuk 10 cm dan potongan bata 10 cm.
5) Penyusunan drum endapan dan penyaringan (lihat Gambar 3)
a. Drum pengendapan dan penyaringan disusun bertingkat.
b. Kran-kran ditutup dan air diisikan ke dalam drum pengendapan
c. Setelah 30 menit air dari drum pengendapan dialirkan ke dalam drum
penyaringan.
d. Aliran air yang keluar dari drum penyaringan disesuaikan dengan
masukan dari drum pengendapan.

                                                      Cara Kerja Penyaring air


5. KEUNTUNGAN
1) Air hasil penyaringan cukup bersih untuk keperluan rumah tangga.
2) Membuatnya cukup mudah dan sederhana pemeliharaannya.
3) Bahan-bahan yang digunakan mudah didapatkan di daerah pedesaan.

6. KERUGIAN
1) Pemeliharaan memerlukan ketelitian dan cukup memakan waktu seperti :

a. Drum pengendapan dan drum penyaring harus dibersihkan, jika aliran air
yang keluar kurang lancar. Ijuk, kerikil, potongan bata, pasir dicuci bersih,
kemudian dijemur sampai kering.
b. Arang tempurung biasanya paling lama 3 bulan sekali harus diganti
dengan yang baru.
c. Tidak bisa digunakan untuk menyaring air yang mengandung bahanbahan
kimia seperti air buangan dari pabrik, karena cara ini hanya untuk
menyaring air keruh, tapi bukan menyaring air yang mengandung zat
kimia tertentu.
2) Untuk keperluan air minum harus dimasak terlebih dahulu sampai mendidih.

7. DAFTAR PUSTAKA
Penjernihan Air. Bandung : Puslibang Fisika Terapan

8. INFORMASI LEBIH LANJUT
1) Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan – LIPI; Jl. Cisitu
Sangkuriang No. 1 / Cisitu 21/154-D – Bandung 40134 - INDONESIA;
Tel.+62 22 250 3052, 250 4826, 250 4832, 250 4833; Fax. +62 22 250 3050
2) Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI; Sasana Widya
Sarwono, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12710, INDONESIA.
------------------------------------------------------------------------------

Jakarta, Maret 2000
Sumber : Buku Panduan Air dan Sanitasi, Pusat Informasi Wanita dalam
Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development
Cooperation, Jakarta, 1991.
Disadur oleh : Esti, Haryanto Sahar





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar